Melalui anak usahanya yakni Pamapersada Nusantara, PT United Tractors Tbk (UNTR) telah mendirikan suatu perseroan terbatas yaitu PT Danusa Tambang Nusantara (Danusa). Adapun perusahaan tersebut akan bergerak dalam bidang industri pertambangan, jasa dan perdagangan. Tujuan pendirian Danusa adalah sebagai bentuk ekspansi dan diversifikasi seluruh kegiatan usaha grup perseroan.
Dengan begitu pemegang saham dari Danusa adalah PT Pamaersada dan PT Energia Prima Nusantara, masing-masing secara berturut-turut telah melakukan penyetoran sejumlah Rp112.990.000.000 dan Rp10.000.000.
Hingga kuartal I tahun 2015, PT United Tractors Tbk (UNTR) berhasil membukukan pertumbuhan laba bersih sebesar 3,8 persen menjadi Rp1,63 triliun atau Rp439 per saham, dibandingkan dengan laba bersih periode yang sama tahun sebelumnya Rp1,57 triliun atau Rp423 per saham. Namun kenaikan laba tersebut tidak diikuti pendapatan bersih yang malah mengalami penurunan menjadi Rp12,64 triliun dari pendapatan bersih tahun sebelumnya yang sebesar Rp13,90 triliun sehingga laba bruto juga turun menjadi Rp2,57 triliun dari laba bruto tahun sebelumnya yang sebesar Rp2,81 triliun.
Adapun beban penjualan turun jadi Rp125,65 miliar dari beban penjualan tahun sebelumnya Rp148,68 miliar, dan beban lain-lain turun jadi Rp11,79 miliar dari beban lain-lain tahun sebelumnya Rp183,11 miliar. Laba sebelum pajak naik menjadi Rp2,22 triliun dari laba sebelum pajak tahun sebelumnya yang sebesar Rp2,06 triliun. Disisi neraca keuangan, hingga hingga Maret 2015 total aset perseroan mencapai Rp65,02 triliun, naik dari jumlah aset per Desember 2014 yang sebesar Rp60,29 triliun.
Menilik kabar dari lantai bursa perdagangan saham pada Kamis (18/6/15) saham UNTR dibuka pada level 20,050 setelah pada penutupan perdagangan sebelumnya berada pada level 20,000 dan bergerak dalam kisaran 20,050 – 20,450 dengan volume perdagangan saham mencapai 1,72 juta saham.
Analyst Vibiz Research Center melihat sisi indikator teknikal, harga saham UNTR sejak awal bulan Februari terlihat terus mengalami tekanan tajam namun saat ini dalam upaya mencari titik tumpu. Terpantau indikator MA sudah bergerak flat dan pola black Marubozu menembus Middle Bolinger Band. Selain itu indikator Stochastic mulai bergerak ke area jenuh beli setelah sebelumnya berada pada area tengah.
Sementara indikator Average Directional Index terpantau bergerak naik didukung oleh +DI yang juga bergerak naik yang menunjukan pergerakan UNTR dalam potensi pertahankan penguatan terbatas. Dengan kondisi teknikalnya dan didukung fundamentalnya, diprediksi laju UNTR masih akan dalam tren sideways dan menunggu sentimen fundamental yang menggerakan UNTR. Rekomendasai Trading pada target level resistance di level Rp2550 hingga target support di level Rp1900.
Regi Fachriansyah/VMN/VBN/ Analyst-Vibiz Research Center
Editor: Asido Situmorang
Editor: Asido Situmorang
0 komentar:
Posting Komentar