Waskita Karya Suntik Modal Anak Usaha, Laju Saham WSKT Cari Tumpuan Rebound


PT Waskita Karya Tbk (WSKT) melakukan penambahan modal disetor dan ditempatkan pada beberapa anak perusahaannya. Adapun setoran modal dilakukan kepada PT Waskita Sangir Energi sebesar Rp19.125.000.000 berdasarkan Akta tanggal 30 Juni 2014. Sementara untuk Waskita Toll Road sebesar Rp100.000.000.000 berdasarkan akta 24 Juli 2014 serta di PT Waskita Karya Realty sebesar Rp180.000.000.000 berdasarkan akta 12 Januari 2015 Tujuan penambahan tersebut adalah untuk menambah modal kerja anak perusahaan.

Hingga kuartal I 2015, WSKT berhasil membukukan kontrak baru sebesar Rp2,8 triliun atau setara dengan 13% dari target kontrak yang dibidik pada tahun ini yang mencapai Rp20,8 triliun. WSKT mengungkapkan bahwa pihaknya optimistis target kontrak pada tahun ini akan melampaui angka Rp20,8 triliun.

Optimisme tersebut ditunjang dengan rencana bulan depan perseroan akan menandatangani kontrak tol Solo-Ngawi-Kertosono dengan nilai Rp8 triliun sepanjang 120 kilometer (Km). Selain itu, ada juga kontrak dari tol Medan- Kualanamu-Tebing Tinggi dan dua sampai tiga bulan kedepan memperoleh proyek transmisi Sumatera. Perusahaan juga akan berupaya melebarkan sayap di bidang jalan tol di Bali yang memiliki panjang 400 km.

Sepanjang periode 2014, WSKT berhasil membukukan laba per saham dasar sebesar Rp51,9, melonjak 35,86% dibandingkan dengan setahun sebelumnya Rp38,2. Dari laporan keuangan menunjukan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada entitas induk mencapai Rp501,5 miliar, naik 29,12% dibandingkan dengan periode 2013 sebesar Rp388,05 miliar.

Adapun pendapatan usaha yang dibukukan emiten berkode saham WSKT mencapai Rp10,2 triliun hingga akhir 2014 dari sebelumnya Rp9,6 triliun. Laba kotor yang diraih WSKT mencapai Rp1,1 triliun dari sebelumnya Rp910 miliar. Laba sebelum pajak mencapai Rp755 miliar dari sebelumnya Rp611 miliar. Laba bersih tahun berjalan mencapai Rp501,2 miliar dari sebelumnya Rp267 miliar.

Sementara itu, total liabilitas WSKT pada akhir tahun lalu mencapai Rp9,5 triliun, naik tajam dari sebelumnya Rp6,4 triliun. Ekuitas perseroan mencapai Rp2,8 triliun dari sebelumnya Rp2,3 triliun. Adapun, total aset Waskita Karya per 31 Desember 2014 mencapai Rp12,5 triliun dari periode setahun sebelumnya yang mencapai Rp8,7 triliun.

Menilik kabar dari lantai bursa perdagangan saham pada Senin (16/6/15) saham WSKT dibuka pada level 1,570 setelah pada penutupan perdagangan sebelumnya berada pada level 1,575 dan bergerak dalam kisaran 1,535 – 1,590 dengan volume perdagangan saham mencapai 4,49 juta lembar saham.                  

Analyst Vibiz Research Center melihat sisi indikator teknikal, harga saham WSKT sejak awal Februari terpantau telah berada pada tren konsolidasi dan saat ini WSKT berada dalam potensi koreksi teknikal. Terpantau indikator MA sudah bergerak naik dan pola Bullish Engulfing terbentuk pada Upper Bolinger Band. Selain itu indikator Stochastic mulai bergerak ke area jenuh beli setelah sebelumnya berada pada area jenuh jual.

Sementara indikator Average Directional Index terpantau bergerak naik didukung oleh +DI yang juga bergerak naik yang menunjukan pergerakan WSKT dalam potensi pelemahan. Dengan kondisi teknikalnya dan didukung fundamentalnya, diprediksi laju WSKT masih akan dalam tekanan terbatas dan menunggu sentimen fundamental yang menggerakan WSKT. Rekomendasai Trading pada target level support di level Rp1450 hingga target resistance di level Rp1800.





Regi Fachriansyah/VMN/VBN/ Analyst-Vibiz Research Center
Editor: Asido

0 komentar:

Posting Komentar