Meski penjualan batubara PT Bumi Resources Tbk (BUMI) sepanjang enam bulan pertama tahun ini meningkat jika dibandingkan tahun sebelumnya periode yang sama, namun perusahaan tidak mampu mencetak keuntungan. BUMI alami kerugian pada semester I-2015 akibat berkurangnya aset emiten pertambangan ini.
Kerugian yang dialami BUMI jika dirupiahkan mencapai Rp 7,4 triliun atau Rp292 per saham sedangkan semester I-2014 perusahaan dapat keuntungan sebesar Rp 1,9 triliun atau Rp98 per saham. Sejak tahun lalu perusahaan memang sedang menjual aset-asetnya bahkan sempat mendapatkan Rp10 triliun dari penjualan anak usahanya, sedangkan periode semester I lalu hanya berhasil menjual sekitar Rp216 miliar saja.
Bisnis utama perusahaan yaitu tambang batubara, berhasil menyumbang sekitar Rp22 miliar yang lebih besar tahun 2014 Rp11,8 miliar. Namun pendapatan BUMI menurun dari Rp487,9 miliar tahun 2014 menjadi Rp286,6 miliar.
Untuk pergerakan sahamnya di lantai bursa perdagangan saham pada Selasa (1/9/15) saham BUMI masih belum bergerak dengan nilai yang sama dengan perdagangan akhir bulan Juli lalu di level Rp 50. Sedangkan volume saham yang diperdagangkan kemarin mencapai sekitar 90 ribu lembar saham.
Analyst Vibiz Research Center melihat sisi indikator teknikal, harga saham BUMI sejak awal bulan Januari terlihat terus mengalami tekanan dan menyentuh level terendahnya sejak tanggal 28 Juli lalu. Untuk rekomendasi perdagangan saham ini disarankan untuk wait and see sampai ada sentimen fundamental yang menggerakkan saham ini.
Joel/VMN/VBN/ Analyst-Vibiz Research Center
Editor: Jul Allens
Editor: Jul Allens

0 komentar:
Posting Komentar