BSDE BUYBACK SAHAM HINGGA 2 TRILIUN, SAHAMNYA BERPOTENSI KOREKSI


Saham emiten property  PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) sejak awal bulan Februari hingga akhir bulan Juli lalu alami penurunan harga hingga 28% lebih.  Karenanya perusahaan  melakukan buyback sahamnya sejak hari ini tanggal 1 September 2015 lalu dan akan dilakukan dalam 3 bulan sejak tanggal tersebut.
BSDE sudah menyiapkan sebelumnya dana cadangan untuk buyback saham tersebut  sebesar Rp2 Triliun  untuk membeli sebanyak  7% dari jumlah saham yang ada.   Jumlah saham yang disetor perusahaan sebanyak 1,34 miliar saham, dan pembelian saham dibatasi hingga harga saham mencapai Rp1700 yang sekarang berada di kisaran 1500.
Perusahaan meyakini dan sampaikan aksi buybacknya ini tidak akan mengurangi pendapatan  dan juga laba bersih perseroan.
Melihat kinerja keuangan perusahaan dalam semester I-2015 alami penurunan kinerja dimana BSDE hanya menperoleh laba bersih sebesar Rp20,17 miliar atau Rp3 per saham atau turun 84,08 persen dari tahun 2014 periode sama yang saat itu peroleh Rp126,67 miliar atau Rp21 per saham. Berkurangnya laba bersih ini disebabkan juga pada penurunan pendapatan perusahaan yang hanya mendapat Rp679,88 miliar dari Rp688,66 miliar perolehan tahun sebelumnya selain dari beban perusahaan yang jua meningkat.
Sepanjang semester I/2015,  BSDE alami kenaikan pendapatan usaha jadi Rp3,36 triliun dibandingkan pendapatan usaha tahun sebelumnya yang Rp2,44 triliun. Adapun beban pokok naik jadi Rp856,24 miliar dari beban pokok tahun sebelumnya Rp634,36 miliar dan laba kotor naik jadi Rp2,51 triliun dari laba kotor tahun sebelumnya Rp1,81 triliun.
Untuk pergerakan sahamnya di lantai bursa perdagangan saham pada Selasa (1/9/15) saham BSDE dibuka turun pada level 1,575 setelah pada penutupan perdagangan sebelumnya berada pada level 1,605  dengan volume perdagangan saham mencapai 51167 lot saham.
Analyst Vibiz Research Center melihat sisi indikator teknikal, harga saham BSDE sejak awal bulan Desember terlihat tengah mencoba mendapatkan momentum rebound namun sejak bulan April 2015 konsolidasi, terpantau indikator MA berusaha naik dan pola Bullish Harami terpantul dari Middle  Bolinger Band. Selain itu indikator Stochastic mulai bergerak ke area jenuh beli setelah sebelumnya berada pada area tengah.
Sementara indikator Average Directional Index terpantau bergerak turun  dengan volume -DI dominasi +DI yang menunjukan pergerakan BSDE dalam potensi koreksi. Dengan kondisi teknikalnya dan didukung fundamentalnya, diprediksi laju BSDE masih akan dalam tren konsolidasi dan menunggu sentimen fundamental yang menggerakan BSDE. Rekomendasi Trading pada target level support di level Rp1555 hingga target resistance di level Rp1650.


Joel/VMN/VBN/Senior  Analyst-Vibiz Research Center
Editor: Jul Allens

0 komentar:

Posting Komentar