Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) saat pembukaan perdagangan hari Selasa (01/09) dibuka terkoreksi negatif 0,73% pada posisi 4476,68. Melemahnya bursa global akibat kewaspadaan menantikan data ekonomi Tiongkok dan AS turut mempengaruhi pelemahan IHSG. Pada perdagangan pagi ini tercatat 81 saham menguat, sementara 123 saham melemah dan sisanya stagnan. Terpantau IHSG masih terus melemah hingga saat ini.
Analyst Vibiz Research Center melihat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi bergerak melemah terbatas mengikuti perkembangan bursa global, sementara harga komoditas seperti minyak dunia melonjak tajam. Potensi pelemahan bisa terjadi jika sentiment negatif ekonomi global. Namun jika ada fundamental yang positif dapat membawa IHSG rebound.
Dari dalam negeri, pemerintah masih sedang menggodok paket kebijakan stimulus yang dapat menguatkan keonomi, termasuk pasar modal. Diharapkan stimulus tersebut dapat dikeluarkan pada awal bulan ini sehingga dapat mendorong penguatan pasar modal Indonesia.
Untuk perdagangan hari ini, menurut analyst Vibiz Research Center IHSG masih berpotensi melanjutkan pelemahan mencermati data ekonomi global seperti Tiongkok dan AS. IHSG diperkirakan bergerak menuju Support pada kisaran 4420-4370, namun jika terjadi sentiment positif maka akan rebound menuju Resistance pada kisaran 4515-4560.
Editor : Asido Situmorang

0 komentar:
Posting Komentar