Menurunnya produksi PT Adaro Indonesia Tbk (ADRO) pasca lesunya permintaan pasar batubara global pada semester pertama tahun ini membuat kinerja keuangan perusahaan menyusut dibandingkan periode semester I-2014. Lesunya permintaan pasar tersebut telah memangkas pendapatan hingga 18% dibandingkan tahun sebelumnya.
ADRO hanya memperoleh laba bersih dalam enam bulan pertama tahun ini sebesar USD 119,1 juta atau USD 0,0037 per saham, lebih besar dari USD 167,5 juta atau USD 0,0052 per saham. Pendapatan yang berhasil dicetak ADRO turun 18% dari USD 1,69 miliar menjadi USD 1,39 miliar.
Pertumbuhan laba yang berhasil diraih ADRO juga ditopang oleh berkurangnya tingkat utang perusahaan hingga 9% lebih, hingga akhir Juni 2015 utang perusahaan hanya USD 2,86 miliar dibandingkan semester sebelumnya yang hanya USD 3,15 miliar.
Menilik kabar dari lantai bursa perdagangan saham pada Senin (31/8/15) saham ADRO ditutup anjlok -4% pada level 595 setelah pada penutupan perdagangan sebelumnya berada pada level 620 dan bergerak dalam kisaran 635 – 590 dengan volume perdagangan saham mencapai 83,8 juta saham.
Analyst Vibiz Research Center melihat sisi indikator teknikal, harga saham ADRO sejak awal bulan Januari terlihat terus mengalami tekanan namun pekan lalu berusaha mengangkat kembali harga sahamnya namun terganjal pekan ini. Terpantau indikator MA bergerak naik dan pola Bearish Harami mantul kembali dari Upper Bolinger Band. Selain itu indikator Stochastic bergerak masuk ke area jenuh beli setelah sebelumnya berada pada area tengah.
Sementara indikator Average Directional Index terpantau bergerak turun didukung oleh +DI yang masih bergerak naik dan menunjukan pergerakan ADRO dalam potensi penguatan terbatas. Dengan kondisi teknikalnya dan didukung fundamentalnya, diprediksi laju ADRO masih akan dalam tren jual dan menunggu sentimen fundamental yang menggerakan ADRO. Rekomendasi Trading pada target level resistance di level Rp640 hingga target support di level Rp550.
Joel/VM/VBN/ Senior Analyst at Vibiz Research Center
Editor: Jul Allens
Editor: Jul Allens

0 komentar:
Posting Komentar