PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) yang baru-baru ini mendapat tender dari Kementrian PU mengerjakan proyek tol Cisumduwu senilai Rp3 triliun lebih ternyata belum berhasil mencapai separuh dari target setahun untuk perolehan kontrak baru. Pasalnya hingga September 2015, kontrak baru WIKA hanya mencapai 39% atau senilai Rp12,46 triliun dari target sepanjang tahun ini senilai Rp31,64 triliun, yang belum dihitung dari carry over dari 2014 lalu senilai Rp22,7 triliun.
WIKA sendiri melihat sampai bulan Oktober mendatang kontrak barunya nanti akan tercapai sekitar 50% dari beberapa proyek gedung, bendungan dan juga jalan tol. Beberapa proyek yang sudah didapat hingga bulan ini seperti Gedung Freeport Indonesia, Gedung Kantor Yodya, Beach Club Ferry Terminal, Jembatan Manggar Balikpapan, Underpass Simpang Manggar, Jalan Oksibil Papua, Jalan Iyur Iyam, Aksesoris Commoro dan proyek Tol Cisumdawu 2.
Proyek-proyek ini diharapkan akan memperbaiki kinerja keuangan perusahaan yang pada semester I lalu alami penurunan laba dibandingkan tahun 2014 periode yang sama. Sepanjang semester I/2015 WIKA mencatat penurunan laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sekitar 29,06% menjadi Rp200,494 miliar dari Rp282,651 miliar periode serupa tahun lalu. Adapun kondisi ini disebabkan turunnya penjualan bersih perseroan sekitar 18,35% menjadi Rp4,778 triliun per Juni 2015 dibandingkan periode serupa tahun lalu Rp5,852 triliun.
Untuk perdagangan sahamnya menilik kabar dari lantai bursa perdagangan saham pada Selasa(29/9/15) saham WIKA ditutup anjlok 1,7 persen pada level 2,590 setelah pada penutupan perdagangan sebelumnya berada pada level 2,635 dan bergerak dalam kisaran 2,630– 2,485 dengan volume perdagangan saham sudah mencapai 10,6 juta saham.
Analyst Vibiz Research Center melihat sisi indikator teknikal, harga saham WIKA sejak awal bulan September terlihat terus mengalami konsolidasi. Kini terpantau indikator MA sudah bergerak turun dan indikator Stochastic bergerak naik meninggalkan area jenuh jual.
Sementara indikator Average Directional Index terpantau bergerak turun didukung oleh +DI yang bergerak flat yang menunjukan pergerakan WIKA dalam potensi penurunan terbatas. Dengan kondisi teknikalnya dan didukung fundamentalnya, diprediksi rekomendasi trading pada target level support di level Rp2480 hingga target resistance di level Rp2700.
Joel/VMN/VBN/Senior Analyst-Vibiz Research Center
Editor: Asido Situmorang
Editor: Asido Situmorang

0 komentar:
Posting Komentar