PINJAMAN 14 TRILIUN DARI TIONGKOK DIPERTANYAKAN, SAHAM BBRI REBOUND TERBATAS







Dengan alasan mendukung pembiayaan proyek pemerintah khususnya infrastruktur, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) bersama 2 bank BUMN mencari dana sampai ke Tiongkok dengan meminjam kepada China Development Bank (CDB). Bank BUMN lainnya seperti PT. Bank Mandiri Tbk (BMRI) dan PT. Bank Nasional Indonesia Tbk(BBNI).
Total pinjaman ketiga bank ini mencapai US$3 miliar dengan tenor 10 tahun yang dibagi rata dimana setiap bank mendapat US$1 miliar (sekitar Rp14 triliun) untuk pembiayaan proyek infrastruktur pemerintah. Komposisi pinjaman sebesar 30%  dalam mata uang renminbi dengan tingkat bunga sebesar 3,3%, sedangkan 70% lainnya diberikan dalam dollar AS dengan tingkat bunga 2,8%.
Namun pinjaman ini dipertanyakan DPR dengan alasan tidak berkonsultasi terlebih dahulu, selain itu  menurut DPR proporsi utang swasta dan BUMN saat ini berada pada angka yang cukup tinggi yaitu diatas 80%. Jika melihat posisi utang BBRI sendiri per 30 Juni 2014 mengalami kenaikan dari Rp704,28 triliun tahun 2014 menjadi Rp671,11 triliun pada Semester 1 2015.
Melihat kinerja keuangan BBRI semester I lalu, berhasil membukukan laba bersih Rp11,86 triliun atau tumbuh 1,58% dari laba bersih tahun sebelumnya di periode yang sama. Adapun perolehan laba bersih BRI hingga Juni 2015 tumbuh menjadi Rp11,94 triliun dibanding periode yang sama tahun lalu sebesar Rp11,69 triliun.
Kinerja positif perseroan lainnya juga dapat dilihat dari kredit yang disalurkan dalam enam bulan pertama tahun ini, dimana hingga Juni 2015 total kredit yang disalurkan mencapai Rp503,60 triliun, meningkat 2,69% dari kredit yang disalurkan hingga akhir tahun lalu.
Sementara itu menilik kabar dari lantai bursaperdagangan saham  pada Selasa (29/7/15)saham BBRI menguat 0,6% ke 8350 setelah pada penutupan perdagangan sebelumnya berada pada level 8300 dan bergerak dalam kisaran 8375-7975 dengan volume perdagangan saham mencapai 60,6 juta saham.
Analyst Vibiz Research Center melihat sisi indikator teknikal, harga saham BBRI selama 2 pekan perdagangan mengalami pelemahan tajam dan saat ini berada dalam posisi rebound. Terpantau indikator MA masih  bergerak turun dan indikator Stochastic mulai bergerak ke area tengah setelah sebelumnya berada pada area jenuh jual.
Sementara indikator Average Directional Index terpantau bergerak naik namun  +DI bergerak turun  yang menunjukan pergerakan BBRI dalam penguatan terbatas. Dengan kondisi teknikalnya dan didukung fundamentalnya, diprediksi rekomendasi trading pada target level support di level Rp7900 hingga target resistance di level Rp8800.


Joel/VMN/VB/ Senior Analyst-Vibiz Research Center
Editor: Jul Allens

0 komentar:

Posting Komentar